Lombok Timur, - 100 kali khataman Alquran dalam satu malam warnai malam pergantian tahun di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Madani Mamben Lombok Timur, pada Senin (31/12). Pimpinan Ponpes TGH. Fauzan Zakaria Amin mengatakan kegiatan ini merupakan spirit dalam membumikan nilai-nilai Alquran di bumi seribu masjid ini.
Ia menjelaskan bahwa setiap momen pergantian tahun adalah hal biasa yang tidak perlu terlalu di agungkan, namun akan sangat bagus bila momen tersebut dijadikan pemacu target dan semangat positif seperti semangat membumikan Alqur'an. Karena ummat muslim yakin dengan membumikan nilai Alquran maka hidup akan damai dan penuh keberkahan.
"Bagi kami momen pergantian tahun memiliki dua spirit mendasar dalam kehidupan yaitu spirit syukur dan spirit muhassabah. Bersyukur atas nikmat umur yang telah lalu dengan segala anugerah Allah SWT yang ada didalamnya, dan muhassabah atau evaluasi atas segala amal dan karya yang telah dilakukan setahun agar menjadi bekal serta catatan perbaikan mnyongsong tahun yg akan datang, itulah makna terdalam dalam Alqur'an," terang Tuan Guru Muda ini di Mamben, Selasa (01/01).
Dijelaskannya dalam islam ada tahun Hijriah yang diawali dengan bulan Muharram dan di akhiri bulan Zulhijjah sebagai penanggalan dan kalender ummat islam. Ramainya orang dalam menyambut malam pergantian tahun masehi ini merupakan hal biasa dan boleh-boleh saja namun jangan sampai dijadikan ajang buat kegiatan yang sia-sia apalagi hura-hura.
"Mesti di arahkan ke hal yang positif, mengajak mendatangi majelis zikir itu lebih baik dari pada berhura-hura menghabiskan malam dengan kesia-siaan, itulah sebabnya di Ponpes Al-Madani kami arahkan untuk melakukan sesuatu yang mulia penuh makna yaitu khataman Alquran 100 kali dalam satu malam," sambungnya.
Dilanjutkan Fauzan, khataman100 kali dalam satu malam tersebut merupakan program pertama di NTB.
Khataman Alquran ini diikuti oleh 500 santri penghafal Alquran yang sudah tertempa di Ponpes Al-Madani. Ponpes Al-Madani sendiri merupakan Ponpes yang tidak hanya mendidik santrinya dengan berbagai ilmu pngetahuan umum namun juga memfokuskan santri agar bisa menjadi penghafal dan pemangku Alquran dengan target melahirkan 1000 hafidz di tahun 2026 mendatang.
"Hingga saat ini kita sedang mendidik 500 calon hafidz, pada bulan Februari mendatang kita akan buka pendaftaran untuk 400 calon santri lagi," pungkasnya.(bn)







Komentar0