F RSUD NTB Dalami Kasus Penularan Covid-19 Ibu ke Bayi - Mata Nusantara -->

RSUD NTB Dalami Kasus Penularan Covid-19 Ibu ke Bayi



Mataram, - "Dua bayi, masing-masing berusia empat dan lima hari, yang berasal dari Mataram dan Lombok Barat, dinyatakan Positif Covid-19. Keduanya saat ini sedang mendapatkan perawatan intensif di RSUD NTB. Bayi-bayi itu diprediksi tertular oleh ibunya," jelas Direktur Utama RSUD Provinsi NTB dr .H. Lalu Hamzi di usai rapat bersama Wagub di Mataram, Selasa (07/07/20).

la mengatakan, gejala yang dialami bayi asal Kota Mataram, yaitu sesak nafas berat dan saat ini sudah berada di ruang isolasi.

"Bayi pertama umur empat hari berkelamin perempuan mengalami asfiksia berat sesak nafas. Kita masukkan ruang isolasi bersama ibunya pada tanggal 2 Juli 2020 dan status dari bayi tersebut terkonfirmasi positif. Ibunya juga PDP terkonfirmasi positif. Bayi positif dan ibu positif," ujarnya.

Gejala yang dialami bayi asal Kabupaten Kota Mataram tersebut sesak nafas serta pneumonia, dan saat ini sedang dirawat di ruang NICU atau ruang perawatan intensif.
Bayi kedua umur tiga hari. Lahir 3 Juli 2020, dengan jenis kelamin perempuan juga. Dengan asfiksia berat dan pneumonia di situ.

"Ini dari Lombok Barat. Tadi yang pertama dari Kota Mataram. Bayi yang kedua ini saat ini kita rawat di ruang NICU, ruang intensif. Ini kondisinya swab bayi hasilnya kita terima 4 Juli konfirmasi positif swab ibunya juga positif," tegasnya.

Status positif Covid-19 yang dialami dua bayi tersebut berdasarkan hasil swab tes yang dilakukan oleh pihak rumah sakit.

Dengan kasus baru yang terjadi, pihak rumah sakit melakukan kajian mendalam. Kasus penularan Covid-19 pada bayi dan ibunya dinilai merupakan transmisi vertikal. Artinya, penularan yang terjadi dari ibu kepada anak yang dilahirkan.

"Ini baru kita dapat data awal ya, tapi ini perlu didalami lagi perlu penelitian lebih lanjut. Ada proses pemeriksaan yang perlu ditambah. Tapi kecurigaan kita ke transmisi vertikal," ungkapnya.

Untuk memastikan apakah termasuk transmisi vertikal atau tidak, maka diperlukan kajian lebih jauh lagi terutama oleh dokter spesialis anak.

Menurut Hamzi, kondisi yang terjadi pada dua bayi asal Kota Mataram dan Kabupetan Lombok Barat tersebut, cukup jarang ditemukan dan ini merupakan kasus baru di NTB.(red)


Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel