Dr. Zul: Korona ini Silent, Deteksi Isolasi Sembuh!


LOMBOK UTARA - Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah meminta lembaga pendidikan, sekolah setingkat SMA dan SMK sederajat untuk memberikan perhatian khusus terhadap antisipasi penyebaran virus corona.

Jajaran sekolah diharapkan mulai melalukan sosialisasi dan juga melaksanakan simulasi kesiapsiagaan penanganan virus corona di lingkungan masing-masing.

"Untuk (penyebaran Virus) Corona, sekolah-sekolah ini harus menjadi perhatian khusus. Kepala Sekolah harus mulai membuat simulasi, kalau ada yang terjangkit bagaimana menangananinya dengan baik dan tidak perlu panik," kata Gubernur Zulkieflimansyah, saat memberikan arahan dan penguatan dalam kegiatan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA, SMK, dan SLB Negeri sewilayah Pulau Lombok, Sabtu (14/3) di Lombok Wildlife Park, Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara.

Kegiatan MKKS dihadiri sekitar 200 peserta, para Kepala Sekolah SMA dan SMK Negeri di Pulau Lombok. 

Gubernur Zul mengatakan, Lombok dan NTB secara umum pernah diuji dengan bencana gempa bumi tahun 2018 silam. Diantara banyak gempa bumi susulan berbulan-bulan, peran sekolah dalam mengedukasi mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana cukup membantu menekan dampak bencana dari sisi jumlah korban.

Kesiapsiagaan seperti ini juga sangat diperlukan dalam menghadapi dan mengantisipasi dampak virus corona.

"Gempa dua tahun lalu (ada getaran, ada bunyinya) itu semua orang lari mencari tempat aman. Nah, corona ini nggak ada bunyinya alias silent, nggak ada suara dentumannya, tapi sekali ada yang terjangkit itu korbannya bisa sangat banyak. Jadi kesiapsiagaan paling diperlukan," katanya.

Meski demikian, Zulkieflimansyah tetap mengimbau agar masyarakat NTB tidak perlu panik berlebihan menghadapi virus corona.

Sebab, meski penyebarannya sangat masif, penyakit ini masih bisa disembuhkan selama penanganannya tepat.

"Ini bukan HIV dan AIDS, (corona) ini bisa disembuhkan asal tahu bagaimana prosedur penanganannya. (Corona) its verry dangerous, namun kalau terdeteksi (dini) dan diisolasi sembuh juga," katanya.

Menurut Zulkieflimansyah, selain sekolah dalam pertemuan forum kepala daerah di NTB ia juga sudah meminta para kepala daerah melakukan simulasi-simulasi kesiapsiagaan menghadapi virus corona.

"Corona ini kan agak beda virusnya. Kita di pertemuan kepala daerah sudah meminta untuk simulasi.Kepala daerah lakukan simulasi supaya terbiasa, (sehingga) kalau nanti betul ada (kasus ditemukan) kita sudah siap menangani. Karena (corona) ini bukan penyakit menakutkan, tapi kalau kita nggak antisipasi, bisa menular kemana-mana," katanya.

Sosialisasi dan simulasi juga perlu dilakukan di tingkat Kecamatan dan Desa atau Kelurahan, agar masyarakat NTB teredukasi dan mengerti benar apa itu corona dan bagaimana langkah-langkah menangani jika kasus ditemukan.

"Kalau semua pihak sosialisasi dan lakukan simulasi, masyarakat jadi mengerti bahwa ini bukan wabah menakutkan, asalkan treatmentnya tepat dan benar (bisa disembuhkan)," katanya.

Mengantisipasi merebaknya virus corona, Pemerintah NTB sudah menyiapkan sejumlah rumah sakit, fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai termasuk di RSUD Provinsi NTB.

Pemprov NTB juga sudah membentuk Posko Kewaspadaan Viru Corona di bawah koordinasi Dinas Kesehatan NTB.

Hingga Kamis (12/3) lalu di Provinsi NTB belum ditemukan kasus positif terjangkit virus Corona.

Data Posko Kewaspadaan Virus Corona NTB, menyebutkan, tercatat 109 Orang Dalam Pemantauan (ODP) oleh Dinas Kesehatan dan RSUD Provinsi NTB. Dari jumlah tersebut 85 diantaranya sudah dinyatakan negatif. Sementara sisanya 24 ODP masih dalam pemantauan di rumah masing-masing, di Graha Mandalika, maupun RSUD Provinsi NTB. Sementara 8 orang yang dinyatakan Pasien Dengan  Pengawasan (PDP) seluruhnya sudah dinyatakan negatif Corona.(red)

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel