F Ingin Perdalam Bahasa Arab Sebelum Masuk Al Azhar? Ke PUSIBA saja - Mata Nusantara -->

Ingin Perdalam Bahasa Arab Sebelum Masuk Al Azhar? Ke PUSIBA saja


Bekasi, - Dibukanya program penguatan Bahasa Arab bagi calon mahasiswa Al-Azhar asal Indonesia di Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab (PUSIBA), Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia, tampaknya mulai menarik perhatian banyak kalangan.

Salah satunya adalah Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Dit PD Pontren) Kementerian Agama RI yang mempercayakan kepada PUSIBA ihwal penguatan bahasa Arab bagi 30 (tiga puluh) orang santri dari seluruh Indonesia penerima beasiswa Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Kemenag RI tahun 2019-2020.

Ketiga puluh santri penerima beasiswa PBSB Kemenag itu saat ini telah menyelesaikan penguatan Bahasa Arab dari level Mutawassith Awwal (level 3) sampai Mutamayyiz (level 7) di PUSIBA dan telah langsung diterima kuliah di fakultas pilihannya masing-masing di Universitas Al-Azhar bersama 240 peserta PUSIBA Angkatan 1 lainnya.

Selain itu, Tazkia International Islamic Boarding School (IIBS) di Malang juga menjalin kerja sama dengan PUSIBA dengan mengirim lima orang siswanya yang akan melanjutkan studi keislaman di Universitas Al-Azhar ke PUSIBA untuk mengikuti program penguatan Bahasa Arab.

Saat ini kelima kader sekolah tersebut sedang mengikuti prorgam PUSIBA di level Mubtadi Tsani (level 2) bersama peserta lainnya dari seluruh Indonesia yang jumlahnya mencapai 281 orang.

Tak hanya itu, Lembaga Pengembangan Pendidikan Diniyah (LPPD) Provinsi Jawa Timur juga memberi kepercayaan kepada PUSIBA untuk menangani penguatan Bahasa Arab peraih beasiswa LPPD Jawa Timur program kuliah S1 studi keislaman di Universitas Al-Azhar, Kairo. Direncanakan, LPPD akan mengirim 50 (lima puluh) orang kadernya ke PUSIBA pada angkatan ketiga, Mei 2020.

Seperti halnya kerja sama dengan Dit PD Pontren Kemenag RI, kerja sama dengan LPPD Jawa Timur juga meliputi pengurusan pemberkasan dan keberangkatan calon mahasiswa ke Kairo.

Hari ini, Ahad (30/12), PUSIBA menerima kunjungan kehormatan Ketua OIAA Cabang Malaysia Dato Fakhruddin bin Mhd Ali Mukti. OIAA Malaysia dan Indonesia memiliki kepedulian yang sama terhadap peningkatan kemampuan Bahasa Arab calon mahasiswa Al-Azhar dari Indonesia dan Malaysia, bahkan dari negara-negara Asia Tenggara.

Diketahui bahwa jumlah mahasiswa Al-Azhar asal Asia Tenggara cukup banyak, dan yang terbanyak di antaranya berasal dari Malaysia dan Indonesia.

Dato Fakhruddin diterima oleh Ketua OIAA Indonesia TGB M Zainul Majdi di kampus PUSIBA, Jatiwaringin, Bekasi, Jawa Barat. TGB menyambut gembira dan berterima kasih atas kunjungan Dato Fakhruddin bin Mhd Ali Mukti dan rombongan.

“OIAA Indonesia siap berbagi pengalaman dan bekerja sama dengan OIAA Malaysia dalam pembinaan dan penguatan Bahasa Arab bagi calon mahasiswa Al-Azhar asal Asia Tenggara,” kata TGB dalam acara pertemuan silaturahmi bersama OIAA Malaysia.

Sementara itu, Ketua OIAA Malaysia Dato Fakhruddin mengatakan, Pemerintah Johor, Malaysia, sudah menjajaki kemungkinan dibukanya cabang Pusat Bahasa Arab Al-Azhar di Johor dan sudah dicapai pula kesepakatan dengan Al-Azhar dalam hal ini.

“Karena itu, kami datang ke Indonesia sini hari ini, dan pekan depan akan ada tim teknis lain akan datang ke PUSIBA untuk mendiskusikan lebih jauh hal-hal berkaitan dengan pelaksanaan kelas bahasa Arab," ujar Dato.

Seperti diketahui, semua calon mahasiswa asing yang ingin masuk kuliah di Universitas Al-Azhar disyaratkan mengikuti matrikulasi Bahasa Arab (kelas Bahasa Arab) di Pusat Bahasa Al-Azhar, Kairo. Efek dari kebijakan itu, tidak jarang calon mahasiswa harus menunggu beberapa bulan lamanya. Dengan dibukanya PUSIBA sebagai cabang dari Al-Azhar, calon mahasiswa Indonesia tidak harus mengikuti kelas Bahasa Arab di Kairo, tetapi cukup di Indonesia, di PUSIBA.

PUSIBA adalah cabang Pusat Bahasa Arab Al-Azhar Mesir yang pertama dibuka dan saat ini adalah satu-satunya di luar Mesir. PUSIBA diresmikan bersama oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin dan Deputy Grand Sheikh Al-Azhar Dr. Saleh Abbas pada 29 Juli 2019.(red)

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel