Univ. Hamzanwadi Gelar Napak Tilas Kepahlawanan



Selong, – Menyambut hari pahlawan Nasional, Program Studi Pendidikan Sejarah gelar kegiatan doa dan napak tilas, Sabtu (09/11). Mengangkat tema “Rihlah Kesejarahan untuk Menguatkan Nilai Perjuangan di Era Milenial”, kegiatan diawali dengan pembukaan di Laboratorium Prodi Pendidikan Sejarah mulai pukul 08.00 WITA, dilanjutkan dengan kegiatan doa dan zikir di makam Pahlawan Nasional Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid sebagai ikon dan satu-satunya Pahlawan Nasional dari NTB.

Selain mahasiswa, turut serta beberapa dosen prodi pendidikan sejarah antara lain Dr. H. Badarudin, M.Pd selaku ketua prodi, Syahrul Amar, M.Pd, B. Fitri Rahmawati, Abdul Rasyad, M.Pd, M. Shulhan Hadi, M.Pd, dan Lalu Murdi, M.Pd.

Dalam sambutannya, Dr. H. Badarudin, M.Pd menguatkan para peserta khususnya mahasiswa untuk banyak belajar nilai-nilai perjuangan dari para pahlawan nasional.
Menurutnya, “menyambut hari pahlawan nasional pada tanggal 10 November paling tidak dapat memberikan penguatan pada generasi muda terutama pada mahasiswa arti penting daripada perjuangan, lebih-lebih sosok TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid sebagai pahlawan nasional secara psikologis dan idiologis sangat dekat dengan kita, maka kegiatan semacam ini penting sebagai penguatan kesadaran sejarah”.

Sementara itu, Lalu Wahyu Andi Purnama mewakili HMPS Prodi Pendidikan Sejarah sebagai inisiator kegiatan, menyampaikan bahwa “kegiatan ini diinisiasi sebagai bagian dari refleksi kesejarahan bagi generasi milenial untuk menumbuhkembangkan jiwa dan semangat juang para pahlawan”.

Sebagai rangkaian kegiatan, para peserta mengunjungi Taman Makam Pahlawan Rinjani Selong untuk memanjatkan doa dan penghormatan pada para pejuang yang gugur sebagai kusuma bangsa, kemudian dilanjutkan menuju Gedung Juang yang merupakan lambang kesatria para pejuang di Kabupaten Lombok Timur.

Napak tilas dengan mengunjungi beberapa simbol perjuangan ini menurut pembina HMPS M. Shulhan Hadi, Q.H., M.Pd penting untuk menginternalisasikan nilai-nilai sejarah perjuangan bangsa pada generasi muda.

“Peristiwa-peristiwa sejarah terutama berkaitan dengan kepahlawanan salah satunya perlu dikuatkan dengan kunjungan dan napak tilas sejarah semacam ini,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa melalui kegiatan semacam ini proses internalisasi dan nilai-nilai juang itu akan dapat dirasakan langsung oleh generasi muda terutama dalam hal ini oleh mahasiswa yang secara langsung bersentuhan dengn sejarah.

Menutup kegiatan, para peserta melakukan kegiatan bersih-bersih di pinggir pantai Labuhan Haji sebagai bagian dari penguatan program pemerintah NTB Gemilang.(Pancolie)

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel