Tebar Kebaikan, Hadirkan Islam dalam Segala Aspek Kehidupan


SOLO, - Ruang dakwah Islam bisa dihadirkan dalam segala bidang. Terus menebar kebaikan universal. Hal ini disampaikan oleh Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar Indonesia (OIAA) TGB HM Zainul Majdi dalam pelantikan Takmir Masjid Nurul Huda, Universitas Sebelas Maret (UNS), Jumat (8/11).

Saat pengukuhan takmir, Rektor UNS Profesor Jamal Wiwoho mengatakan, masjid selain menjadi basis ideologi umat Islam juga menjadi tempat pemberdayaan bagi umat.

"Fungsi masjid sangat strategis. Menjadi universitas kehidupan, memberi warna, dan ketakwaan," katanya.

Peran masjid, sambungnya, termasuk penanaman keimanan. Di UNS ada 30 ribu mahasiswa, mereka harus bisa menghadirkan suasana teduh dan sejuk menampilkan Islam rahmatan lil alamin.

Di UNS tak ada radikalisme.

"Aktivis di Masjid Nurul Huda aktivis yang menanamkan keislaman. Masjid sebagai pengobat manakala gundah dan guncang akan masalah. Saya lihat disamping belajar mahasiswa juga melafalkan Alquran," bebernya.

TGB yang diminta mengisi tausiah menyebut, pertama kali hadir pelantikan takmir masjid begitu. Ini bukti wajah Islam yang menggelora.

"Pengalaman baru hadir dalam pelantikan seperti ini. Ruang dakwah Islam berkaitan dengan al khair, esensi utama adalah kebaikan universal. Ini dinantikan oleh siapapun," katanya.

Dahulu saat berkhidmat sebagai gubernur selama sepuluh tahun, TGB menyebut, ada dua pendekatan dan dorongan yang dilakukan. Pertama, saat keislaman harus dipromosikan. Ketika seorang muslim menjadi pemimpin terinspirasi dari Islam, tapi kemanfaatannya bisa dirasakan oleh semua orang. Berikutnya menghadirkan kinerja yang baik, menghilangkan pandangan Islam tak kondusif. Dakwah Islam dalam kebijakan mengambil beberapa sisi, diantaranya provinsi pertama halal tourism terinspirasi Islam tapi kemanfaatan bisa dirasakan semua. Dari timur tengah wisatawan tumbuh 190 persen, dari Malaysia tumbuh 90 persen.

"Saat awal diluncurkan ada yang skeptis. Setahun kemudian berubah, mereka yang berjualan mengaku pelanggan lama tetap, bertambah pelanggan baru," terangnya.

"Kami di NTB kemudian menjadi provinsi yang mengkonversi bank daerah menjadi bank syariah," sambungnya.

TGB menyebut, dakwah Islam bisa berjalan untuk segala aspek kehidupan. Aktivitas keislaman begitu luar biasa. Untuk di lingkup kampus, TGB menyebut, ilmu itu  spiritual. Sampai disampaikan Rasul, mereka yang keluar rumah menuntut ilmu disebut jihad sampai pulang kembali. Di lain hadist dikatakan, malaikat takzim dan hormat bagi penuntut ilmu. Menuntut ilmu menjadi sesuatu yang sakral.

"Takmir masjid ini bagian dari menjaga spiritualitas ilmu. Ini perjuangan tertinggi, belajar satu jam lebih hebat dari ibadah sunnah setahun," urainya.

Sebelum hadir dalam pelantikan Takmir Masjid Nurul Huda, TGB menjadi khatib di masjid kebanggaan warga UNS ini. Diskusi  antara TGB dan Ketua Takmir Masjid Nurul Huda Profesor Ahmad Yunus membahas penguatan dakwah di lingkungan kampus.(febri)


#tuangurubajang

#dakwahnusantara

#moderasiislam

#islamwasathiyah

#universitassebelasmaret

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel