APEL PARIPURNA JADI AJANG REFLEKSI EVALUASI KINERJA


Giri Menang, – Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid menegaskan, apel paripurna yang digelar tiap tanggal 17 setiap bulan, dijadikan sebagai ajang reflekasi evaluasi perjalanan kinerja Aparat Sipil Negara (ASN). Hal tersebut dikemukakan Fauzan saat memberikan arahan pada Apel Paripurna Kabupaten Lombok Barat, Selasa (17/9/2019). Menurut Fauzan, apel paripurna, tidak saja sebagai refleksi kinerja ASN, tapi juga kinerja organisasi. Mereka diharapkan berusaha meningkatkan kualitas dan efektifits dalam berinovasi.

“Saya tekankan untuk meningkatkan kinerja dengan hal-hal praktis. Saling dukung antar person, antar bidang, bahkan antar satu perangkat dengan perangkat daerah lainnya,” tegas Fauzan.

Ditegaskan pula, banyak agenda kegiatan yang harus melibatkan banyak pihak, tapi tidak banyak diikuti oleh jajaran ASN terutama oleh kalangan eselon III dan IV. Pada apel pripurna yang digelar di Lapangan Komplek Kantor Bupati ini, ia mengingatkan agar ASN mulai selalu berempati dengan tugas rekan kerja, dengan tugas dan fungsi bidang lainnya serta berempati dengan tugas instansi lain.

“Empati dan simpati dengan orang lain, akan menumbuhkan solidaritas. Solidaritas yang terwujud dalam kerja bersama, akan berakibat pada soliditas. Soliditas yang kuat akan memudahkan tugas-tugas pemerintahan dan pembangunan,” tegas mantan Ketua KPU NTB ini.

Memang tidak ada acara seremoni lain dalam apel ini. Namun disinggung, secara internal, banyak event dan kegiatan berskala regional dan nasional yang harus sukses. Belum lama lagi, Pesona Senggigi Festival akan menjadi ujian awal. Berikutnya, ajang MTQ tingkat Provinsi NTB, Lombok Barat didampuk menjadi tuan rumah. Usai MTQ, akan ada lagi event sebagai ujian citra daerah di bidang pariwisata yang harus semua terlibat secara maksimal.

“Even dan kegiatan ini harus jadi milik kita semua, karena baik buruknya hasil, akan berdampak bukan bagi Dinas Pariwisata atau LPTQ, tapi bermanfaat buat kita semua,” tegs bupati.

Kata bupati, proses dan hasil yang buruk akan mencoreng wajah pemerintah daerah. Karena itu, bupati mengajak semua untuk mensukseskan agenda daerah. Caranya, dengan dedikasi diri melalui kontribusi nyata, baik personal maupun instansional di OPD masing-masing.

Pesan utama lain yang disampaikan bupati adalah masalah disiplin. Menurut bupati, saat ini sedang disiapkan sistem absensi kehadiran yang terintegrasi. Sistem ini sebagai kesejahteraan award, dan sistem pemberian sangsi sebagai punishment.

“Saya meminta kehadiran dengan sidik jari (finger print) dan tetap diikuti oleh absensi manual. Gunanya sebagai media monitoring kinerja secara berjenjang di semua Perangkat Daerah,” pinta bupati dihadapan Sekda Lombok Barat, Asisten, Staf ahli, Kepala OPD, Camat Gerung dan seluruh peserta apel.

Sistem ini harus terintegrasi dalam aplikasi. Terkoneksi dengan sistem pembayaran Kesra, karena bisa diperhitungkan secara langsung, berapa Kesra yang dibayarkan. Diminta, sistem bisa dipraktikkan di tahun anggaran 2020. Namun segala yang terkait dengan sistema, mulai sekarang dikordinasikan, merumuskan serta mendesainnya.(red)

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel