Korem 162/WB Gelar Upacara Hari Kelahiran Pancasila


Mataram, - Dalam rangka memperingati Hari Kelahiran Pancasila, pagi ini Korem 162/WB menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Yonif 742/SWY yang diikuti seluruh satuan jajaran se Garnizun Mataram, Sabtu (1/6).

Badan Pembina Ideologi Pancasila dalam amanatnya yang dibacakan Kepala Seksi Teritorial Letnan Kolonel Arh Budiono selaku Inspektur Upacara menyampaikan Pancasila sebagai dasar negara, Ideologi negara dan pandangan hidup bangsa yang digali oleh para pendiri bangsa merupakan suatu anugerah yang tiada tara dari Tuhan YME buat bangsa Indonesia.


"Pancasila sebagai suatu keyakinan dan pendirian yang asasi harus terus diperjuangkan. Keberagaman kondisi geograis, flora, fauna hingga aspek antropologis dan sosiologis masyarakat hanya dapat dirajut dalam bingkai kebangsaan yang inklusif," tegasnya.

Menurutnya, berkat Pancasila yang berkelindan dengan nilai-nilai inklusivitas, toleransi dan gotong royong keberagaman yang ada menjadi suatu berkah, berkat Pancasila sebagai bintang penuntun keberagaman yang ada dapat merajut menjadi identitas nasional dalam wadah dan slogan “Bhineka Tunggal Ika”.


Diakhir amanatnya, Badan Pembina Ideologi Pancasila mengajak seluruh komponen bangsa melalui peringatan hari kelahiran Pancasila 1 Juni 2019, Pancasila perlu dijadikan sebagai sumber inspirasi politik harapan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, kita semua harus terus menerus secara konsisten merealisasikan Pancasila sebagai dasar Negara, Ideologi Negara dan pandangan dunia yang dapat membawa kemajuan dan kebahagiaan seluruh bangsa Indonesia.

Terpisah, Danrem 162/WB seusai mengikuti Upacara Peringatan Hari Kelahiran Pancasila di halaman Kantor Gubernur NTB mengajak seluruh komponen bangsa untuk mengamalkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila sebagai pedoman hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

"Pancasila sebagai ideologi negara dan falsafah hidup bangsa memiliki historikal yang sangat kental dengan bangsa Indonesia baik dilihat dari kondisi geografis, antropologis maupun sosiologis pada saat itu, dan hinggga kini kondisi itu masih sama," terangnya.

Selain itu, lanjutnya, Pancasila sebagai kekuatan yang dapat menyatukan perbedaan dalam diri bangsa yang kita kenal dengan Bhineka Tunggal Ika dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.(pen)

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel