PUASA DAN SUNGSANGNYA AKAL SEHAT


Oleh Drs Cukup Wibowo MMPd
Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Mataram

Kita harus terus menjaga dan merawat akal sehat kita agar tidak sungsang,
yang membuat kita bisa keliru dan terbalik
dalam menafsirkan kebaikan yang menjadi Kehendak-Nya

Dunia dan isi peristiwanya sepenuhnya obyektif. Sebagaimana warna berkomposisi dalam rumusan warna primer, sekunder, maupun gabungan komposisi lainnya, semua menampakkan kealamian yang tak terbantahkan. Warna pohon, warna laut, warna langit, atau warna-warna yang kemudian berubah setelah sinar matahari meneroboskan cahayanya. Rangkaian warna dengan ragam sumber asalnya inilah yang menjadikan para seniman lukis memperoleh inspirasi untuk melukiskan keindahan sebuah obyek yang bisa membuat decak kagum yang menyaksikannya. Tak hanya para pelukis, seniman dan pekerja seni lainnya juga begitu. Mereka berkreasi atas inspirasi pada apa yang secara obyektif ditampakkan oleh alam.

Para ilmuwan dan penemu berbagai fenomena alam yang hasil kerjanya begitu mencengangkan sesungguhnya adalah perumus dan penyimpul dari apa yang diciptakan Tuhan. Kerja keras mereka dengan kehebatan ilmu yang dimilikinya tak lebih dari sebuah kerja pembuktian atas apa yang mereka saksikan. Rasa penasaran mereka atas sesuatu telah membuat mereka mencari cara dan alasan agar bisa dijadikan rumusan yang bisa membantu siapapun mengerti. Seperti yang dirumuskan oleh Isaac Newton, Bapak Ilmu Fisika, dalam bukunyanya Philosophiae Naturalis Principia yang dianggap paling berpengaruh sepanjang sejarah sains, ia memperkenalkan Teori Gravitasi yang membuat kita kemudian mengerti gerak benda di bumi dan benda-benda luar angkasa lainnya diatur oleh sekumpulan hukum-hukum alam yang sama. Tapi apakah setiap orang telah membaca rumusan Newton itu? Tentu jawabannya tidak semua orang.

Ilustrasi tentang Newton yang memiliki kontribusi besar dalam sains dalam kehidupan umat manusia di atas, sebenarnya hanya untuk membuat kita bisa memetik pada apa yang ada di alam kehidupan ini. Alam adalah sekolah terbaik dengan begitu banyak pelajaran obyektif yang tersaji bagi siapapun yang ingin mendapatkan dan sekaligus mendalami ilmu kehidupan. Syarat untuk bisa berinteraksi dengan baik agar ilmu mudah terserap di pikiran adalah dengan terus mengasah akal sehat kita. Ya, akal pikiran kita adalah sendi utama dalam mengerti kebesaran Illahi dengan seluruh Ilmu-Nya yang Maha Luas. Itu sebabnya kita harus terus menjaga dan merawat akal sehat kita agar tidak sungsang, yang membuat kita justru bisa keliru dan terbalik menafsirkan kebaikan yang menjadi Kehendak-Nya.
Puasa adalah sebuah hubungan khas hamba dengan Tuhan-Nya. Di pikiran yang sehatlah hubungan itu selaksa jagat semesta kehidupan yang berisi Kebaikan dan Kebenaran Ilmu Allah dengan pembelajaran yang tak pernah usai.

Semoga ketekunan kita dalam berpuasa hingga hari kesembilan belas ini bisa membuat kita makin mendasarkan seluruh ibadah kita karena Kebaikan dan Kebenaran Ilmu-Nya.

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel