PUASA DAN MALAM PENUH KEMULIAAN


Oleh Drs Cukup Wibowo MMPd
Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Mataram

“Carilah di sepuluh hari terakhir, jika tidak mampu
maka jangan sampai terluput tujuh hari sisanya.”
(HR Bukhari dan Muslim)

Bulan Ramadhan adalah sebuah kisah tentang waktu. Bulan dengan begitu banyak keberkahan yang terkandung di dalamnya. Tak heran bila kita menyaksikan bagaimana totalitas peribadatan umat Islam di bumi ini selama Ramadhan. Totalitas yang diiringi dengan kegembiraan hati itu menjelma dalam lantunan indah ayat-ayat Illahi yang mengudara dari berbagai penjuru bumi. Bak orkestrasi dengan siratan kemerduaannya yang berkumandang tanpa henti, udara seperti dipenuhi oleh doa kebaikan dan harapan yang tertuju ke langit. Terlebih pada malam di sepuluh hari terakhir Ramadhan, bumi seakan menanti tibanya keistimewaan sebuah malam yang dirindukan oleh setiap umat Islam, ialah Malam Lailatul Qadar.

Malam Lailatul Qadar atau Lailat Al-Qadar (yang dalam bahasa Arab disebut sebagai : لَيْلَةِ الْقَدْرِ, malam ketetapan) adalah satu malam yang begitu luar biasa terjadi di bulan Ramadhan, yang dalam Al Qur'an digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Malam yang kemudian diperingati oleh umat Islam sebagai malam diturunkannya Al-Qur'an. Di keutamaan Lailatul Qadar itu Allah berfirman, "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan. Dan, tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar." (QS Al-Qadr: 1-5).

Dalam sebuah riwayat diceritakan, Aisyah r.a. berkata, "Rasulullah ber'itikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, dan beliau bersabda, 'Carilah malam qadar pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan."
Di riwayat lain juga dituliskan, Ibnu Abbas r.a. mengatakan bahwa Nabi saw bersabda, "Carilah Lailatul Qadar pada malam sepuluh yang terakhir dari (bulan) Ramadhan. Lailatul Qadar itu pada sembilan hari yang masih tersisa, tujuh yang masih tersisa, dan lima yang masih tersisa." Maksud dari sembilan hari yang masih tersisa, adalah tanggal dua puluh satu, tujuh hari yang masih tersisa maksudnya tanggal dua puluh tiga, dan lima hari yang masih tersisa maksudnya tanggal dua puluh lima.

Kita telah memasuki sepuluh hari terakhir puasa kita di bulan Ramadhan. Betapa berharganya waktu di sisa sepuluh hari terakhir ini untuk kita sia-siakan bila kita ingin bertemu dengan Lailatul Qadar. Tentu saja perjumpaan itu bersyarat bila kita ingin meraihnya, tapi dengan ridho dan keberkahan Allah SWT semoga kita menjadi bagian dari "yang dikendaki Allah untuk menjumpai malam penuh kemuliaan" itu. Insyaallah.

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel