TAHUN 2024, LOMBOK BARAT BEBAS STUNTING


Giri Menang, – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menargetkan tahun 2024 nanti Kabupaten Lombok Barat sudah bebas stunting. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pembacaan ikrar dan penandatanganan “Deklarasi Lombok Barat Menuju Bebas Stunting” saat gelaran apel HUT Kabupaten Lombok Barat ke-61 di Kantor Bupati, Senin (15/4). Penandatangan dilakukan usai apel oleh Bupati H. Fauzan Khalid dan diikuti ratusan peserta apel.

Tahun 2017 lalu, pemerintah pusat menetapkan Kabupaten Lombok Barat bersama tiga daerah lain di Indonesia sebagai daerah percontohan penanganan kasus stunting. Pemerintah menilai program, terbosan, dan komitmen dari para kepala daerah tersebut sangat baik menghadapi stunting.

Angka kasus stunting di tahun 2007 di Lombok Barat adalah 49%. Dinas Kesehatan kemudian terus berinovasi menurunkan angka tersebut. Beberapa inovasi yang telah dilakukan Dinas Kesehatan Lombok Barat diantaranya sensus terhadap seluruh balita di Lombok Barat, inovasi Gerakan Masyarakat Sadar Gizi (Gemadazi), Gerakan Masyarakat 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), dan upaya penguatan sistem melalui e-Puskesmas, e-Pustu, e-Poskesdes dan e-Posyandu.

Dengan dukungan bupati serta keterlibatan lintas sektor seperti TP-PKK dan lainnya, angka kasus stunting dapat turun menjadi 32% di tahun 2016. Data terakhir menunjukkan, tahun 2018 angka kasus stunting di Lombok Barat turun menjadi 28%. Angka tersebut bahkan di bawah rata-rata nasional.

“Hal tersebut tidak boleh membuat kita menjadi puas, sehingga hari ini kita bersama-sama mendeklarasikan Kabupaten Lombok Barat Bebas Stunting tahun 2024. Mudah-mudahan ini dimudahkan dan terwujud sehingga Lombok Barat menjadi kabupaten yang bebas stunting,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat, H. Rachman Sahnan Putra usai acara.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Kabupaten Lombok Barat Hj. Khairatun Fauzan Khalid selaku penggagas Deklarasi Bebas Stunting menyampaikan pihaknya menjadikan penurunan angka stunting sebagai program utamanya. Di setiap roadshow di berbagai desa dan dusun, Hj. Khairatun dan jajaran bersama Dinas Kesehatan selalu mensosialisasikan program kesehatan menurunkan angka stunting.

“Berbagai macam kegiatan yang kami lakukan untuk mendukung kegiatan tersebut termasuk dengan turun ke Posyandu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, meningkatkan pola asuh, dan bagaimana penting 1000 hari pertama kehidupan. Seperti diketahui saat ini ada beberapa isyu atau persoalan strategis yang menjadi pokok perhatian Pemerintah Daerah, salah satunya stunting. Tentu ini membutuhkan sinergitas atau kekompakan untuk bersama-sama mengatasi bahkan mencegah persoalan itu,” jelasnya.(ah)

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel