Perempuan Pengaman Desa: BDRG "24" Yes



Lombok Barat, - "BDRG 24 Yes," teriak ibu-ibu relawan Muslimat Tanak Beak saat menyambut kedatangan calon anggota DPD-RI Baiq Diyah Ratu Ganefi (BDRG) di aula Pondok Pesantren Darul Hikmah Narmada,  Jumat (8/1).


Sebelum memulai ramah tamahnya didampingi ustadz Mustafi bersama relawan Muslimat Baiq Diyah melihat aktifitas santri/ santriwati keliling lingkungan asri nan sejuk serta mengecek asrama dan ruangan belajar yang masih sebagian besar belum rampung. Namun aktifitas belajar mengajar untuk kelas Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) tetap berjalan normal.


"Santri/ santriwati terus bertambah, kadang kita kewalahan juga karena harus menyesuaikan jumlah santri/ santriwati baru dengan daya tampung ruangan yang tersedia," terang Mustafi kepada Baiq Diyah.
Mustafi berharap dengan kunjungan Baiq Diyah yang saat ini juga masih menjabat sebagai anggota DPD bisa meneruskan kekurangan pondok kepada pemerintah untuk dibantu.

"Semoga ibu Diyah terpilih lagi sehingga bisa berbuat lebih banyak lagi untuk masyarakat, terutama untuk peningkatan mutu serta fasilitas pendidikan, kenapa ibu Diyah karena kami tau banyak kiprahnya apalagi dalam hal kemanusiaan terutama dalam penanganan korban gempa," imbuhnya.


Sementara itu Ketua relawan Muslimah Rapiatun Marwiah mengaku bangga dengan wanita seperti Baiq Diyah yang mampu mewakili kaumnya sebagai srikandi NTB gigih dalam berjuang untuk kemajuan wanita NTB.

"Bangga dong apalagi ibu sudah  bersilaturrahmi dengan kita para relawan, kunjungan ini telah menyemangati kami untuk berbuat yang terbaik apapun profesi kita," katanya sambil menceritakan kepada Baiq Diyah sejarah terbentuknya relawan Muslimat.


Ia mengisahkan awal terbentuknya juga tidak terlepas dari inisiasi ketua yayasan pondok pesantren Darul Hikmah TGH. Khalilurrahman bersama Rudi Lombok semata-mata untuk menjaga keamanan desa terutama saat para laki-laki melakukan ibadah jumat.

"Kami siaga menjaga kendaraan yang terparkir di halaman masjid hingga pinggir jalanan luar tembok masjid, karena sering terjadi pencurian kendaraan bermotor, inilah yang membuat kami inisiatif tiga tahun lalu tepatnya 2016 atas dorongan Ketua Yayasan Ponpes Darul Hikmah bersama mas Rudi membentuk relawan yang dikukuhkan saat itu oleh isteri Wakil Gubernur Saymsiah M. Amin dengan memakaikan rompi oranye ini," katanya sambil memperlihatkan rompi yang sedang dipakainya itu.

Relawan Muslimat yang berjumlah 14 orang ini kata Rapiatun mendapat honor sukarela dari Desa enam bulan sekali.

"Kita dikasi honor tiap enam bulan sekali sebesar 480 ribu melalui SK Desa, padahal kita tidak pernah mengharapkan apa-apa, tapi apresiasi dari desa harus kita hargai," pungkasnya.


Terpisah, Baiq Diyah mengaku takjub dengan relawan Muslimat. Ia tidak pernah membayangkan bisa bertemu dengan ibu-ibu relawan yang mampu menjaga keamanan desa.

"Luar biasa sekali ibu-ibu ini, kalau bisa biar namanya lebih diakui dan bisa dicontoh desa lain saya beri nama Perempuan Penjaga Desa (PPD), ternyata bukan hanya bapak-bapak saja yang mampu sebagai penjaga keamanan apalagi selevel desa," ungkapnya.


Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia  (IWAPI) NTB  ini mengapresiasi keberadaan Perempuan Pengaman Desa tersebut disamping sebagai ibu rumah tangga juga mampu menjaga kondisi keamanan.

"Bayangkan saja sebagai ibu rumah tangga banyak perkerjaan yang harus diurus, belum selesai peremajaan yang satu datang lagi pekerjaan yang lain, ibu-ibu yang saya sebut PPD ini sangat mulia sekali dan pantas diapresiasi semua kalangan," tutupnya.

Dalam kesempatan tersebut Baiq Diyah menyerahkan beberapa bantuan dan kenang-kenangan serta menerima aspirasi para ustadz dan para ibu pengaman desa mewakili kaum perempuan yang berada di desa Tanak Beaq Narmada.(bn)

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel