NTB Dalam Angka Di Era TGB

Masyarakat NTB melepas TGB setelah sepuluh tahun berkhidmat untuk NTB, Senin (17/09).


Oleh : Iswahyudi

Tuan Guru Bajang telah memimpin provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) selama dua periode mulai menjabat pada 17 September 2008 hingga 17 September 2018 sebagai gubernur termuda pada saat itu dalam usia 36 tahun, dengan gaya kepemimpinan yang khas tanpa menanggalkan peci hitam dalam setiap kegiatan resmi maupun acara santai.


Selama memimpin NTB capaian yang diperoleh gubernur penghapal Al- Qur’an ini sebanyak 60 penghargaan dalam berbagai bidang (sumber Wikipedia).

10 tahun memimpin NTB telah banyak prestasi ditoreh dan pembangunan NTB, mulai dari berdirinya bandara internasional Lombok, bendungan pandan duri, surplus produksi jagung, wisata halal NTB, KEK Mandalika, dan banyak lagi pembangunan yang telah dilakukan sosok cucu pendiri ormas terbesar NTB Nahdatul Wathan.


Tahun 2010 Indeks Pembangunan  Manusia (IPM) NTB  61,16 dengan rata-rata pertumbuhan IPM NTB per tahun dalam kurun 2010-2017 sebesar 1,22 persen, tahun 2017 tergolong sedang dengan angka 66,58 dan meraih peringkat 29 dari 34 provinsi di Indonesia, laju IPM NTB ini merupakan terbaik ketiga se-Indonesia (sumber bps).

Data penduduk Nusa Tenggara Barat tahun 2017 berjumlah 4.955.578 jiwa, sejak tahun 2008 sampai 2018 persentase penduduk miskin terus mengalami penurunan, tahun 2008 jumlah penduduk miskin  23,81 persen dan pada bulan maret tahun 2018 jumlah penduduk miskin sebesar 14,75 persen atau 737.460 orang, berarti setiap tahun rata-rata angka kemiskinan turun 0,906 persen (sumber bps).


Tingkat pengangguran terbuka NTB tahun 2008 sebesar 6,13 persen setelah sepuluh tahun memimpin TGB membawa  tingkat pengangguran terbuka NTB turun pada  bulan Februari 2018 sebesar 3,38 persen (sumber bps).


Data-data ini tentu menggembirakan bagi masyarakat NTB karena keberhasilan TGB dalam mengurangi kemiskinan, pengangguran, meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tetapi ada beberapa catatan yang harus diberikan kepada TGB terutama dalam hal investasi , dimana jumlah investasi yang diperoleh NTB bulan januari –juni 2017 masih rendah dan tidak merata pada setiap kabupaten kota di NTB, kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menjadi daerah teringgi investasinya dengan nilai Rp 3,4 triliun.


Sementara daerah terendah kota Bima dengan investasi hanya Rp 399 Juta. Kabupaten Lombok Barat dengan investasi Rp 820 Miliar, Kabupaten Lombok Utara Rp 211 Miliar, Kota Mataram Rp 123 Miliar, Kabuptaen Lombok tengah Rp 117 Miliar, lalu Kabupaten Lombok Timur Rp 66 Miliar, disusul oleh Kabupaten Sumbawa Rp 44 Miliar, sedangkan tiga terendah investasi Kabupaten Bima hanya Rp 5,6 Miliar, diikuti oleh Dompu Rp 1,4 Miliar dan Kota Bima hanya Rp 399 Juta (sumber data DPMPTSP Prov. NTB).


Perlu perhatian lebih dari pemerintah daerah untuk meningkatkan investasi di kabupaten kota agar merata terutama masalah kemudahan perizinan, masalah keamanan berinvestasi, dan kepastian usaha yang akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja baru bagi penduduk sekitar.


Akhir kepemimpinan TGB yang mempunyai nama lengkap Dr. Muhammad Zainul Majdi, Lc., M.A. dilepas dengan musibah yang dahsyat dengan gempa di pulau Lombok dengan korban 560 orang meninggal dunia, 1.469 orang luka-luka, dan 396.032 orang mengungsi, dengan kerusakan fisik 83.392 unit rumah rusak, infrastruktur yang rusak 174 unit, terdiri atas jembatan 18 unit, jalan 153 ruas, dan tanggul 3 unit. Sarana pendidikan yang rusak sebanyak 635 unit terdiri dari PAUD 73 unit, SD 294 unit, SMP 93 Unit, SMA dan SMK 44 unit, madrasah 104 unit, pesantern 23 unit, dan perguruan tinggi 4 unit. Sarana kesehatan 99 unit rusak terdiri dari rumah sakit 3 unit, puskesmas 30 unit, pustu 64 unit, dan posyandu 2 unit. Sarana ibadah 789 unit terdiri dari masjid 349 unit, mushola/langgar 333 unit, gereja 27 unit, vihara 28 unit, pura/pelinggih 52 unit. Sarana pemerintahan dan swasta 147 unit rusak. Sarana perekonomian dan perdagangan yang terdampak terdapat 1.941 unit, terdiri dari kios/toko 1.836 unit, hotel/penginpan 92 unit, pasar tradisional 13 unit.


Total kerugian sementara mencapai Rp 8,8 Triliun (sumber BNPB). Gempa pulau Lombok meninggalkan pekerjaan baru bagi Gubernur NTB yang terpilih Dr. Zulkiflimansyah untuk segera bekerja membangun sarana dan prasarana NTB agar pulih kembali dan membangkitkan perekonomian yang lumpuh selama dua bulan pasca gempa Lombok.


Terima kasih TGB atas pengabdian membangun NTB.


Penulis adalah :  Statistisi Ahli BPS

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel